PENGERTIAN WEB SCIENCE
Web science adalah suatu kajian mengenai web yang dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi didalamnya, yang tentu saja hal-hal yang brsangkutan dengan web. Web science mengarahkan kita agar lebih terfokus pada hal-hal yang menguntungkan kita di ketataletak, representasi, komunikasi, dan manfaat dalam hidup sehari-hari. Dengan web science kita belajar memberdayakan suatu informasi dimedia komunikasi berbasis web. Pemanfaatan web science sudah terasa terutama di bidang-bidang komersil seperti bisnis, pendidikan, perniagaan, dan lain-lain.
Web 1.0
Web 1.0 adalah web yang hanya bias ‘read-only’. Maksudnya adalah pada
web 1.0 ini kebanyakan hanya bisa melakukan pencarian atau browsing
informasi yang ingin dicari. Web 1.0 ini mengacu pada World Wide Web
yang penggunaan gayanya sebelum munculnya web 2.0. Ciri – ciri yang
sangat terlihat pada web 1.0 ini adalah bersifat consult, surf dan
search. Kekurangan atau keterbatasan dari web 1.0 ini adalah pengguna
(pegunjung web) harus masuk ke dalam website tersebut dan harus melihat
satu persatu konten yang ada.
- Beberapa ciri khas dari situs Web 1.0
1. Halaman statis, bukan dinamis pengguna-konten yang dihasilkan.
2. Penggunaan framesets.
3. Milik HTML ekstensi seperti dan tag diperkenalkan pada awal perang browser.
4. Online guestbook.
5. GIF tombol, biasanya 88×31 piksel dalam ukuran web browser dan mempromosikan produk lain.
6. Pengguna akan mengisi formulir, dan setelah mereka mengklik
mengirimkan email klien akan mencoba untuk mengirim email yang berisi
formulir rincian.
WEB 2.0
Web 2.0 adalah web yang mengarah pada ‘read and write’. Pada web 2.0 ini adalah web yang lebih mempunyai keunggulan daripada web 1.0. web 2.0 ini mempunyai inovasi dan fitur – fitur yang terbaru yang menyebabkan munculnya suatu pandangan tentang bagaimana isi dari web 2.0 ini. Keuntungan atau kelebihan dari web 2.0 ini berbanding terbalik dengan web 1.0 yaitu pengguna (pengunjung web) berkemungkinan dapat melhat suatu konten website tanpa harus mengunjungi situs tersebut dan harus melihat semua konten yang ada satu per satu. Web 2.0 ini bisa melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat dan vois layaknya aplikasi desktop, bahkan berlaku seperti sistem operasi, dengan menggunakan dukungan AJAX atau berbagai plug-in (API) yang ada di internet. Web 2.0 ini mempunyai cirri yang mencolok yaitu share, collaborate dan exploit. Ciri – ciri pada web 2.0 itu menjadikan kelebihan dari web 2.0 yaitu interaksi di dunia maya menjadi kebutuhan pengguna.
Web 2.0 umumnya bertujuan untuk mengimbangi banyaknya situs – situs yang mengusung penggunaan web untuk berbagi, pertemanan dan kolaborasi menjadikan sesuatu yang penting. Web 2.0 ini pun hadir seiring dengan semaraknya blog, Friendster, Myspace, Youtube, Fickr dan semacamnya. Mulanya pada tahun 2004 web 2.0 mulai diperkembangkan. Web 2.0 merupakan teknologi web yang menyatukan teknologi-teknologi yang dimiliki dalam membangun web. Penyatuan tersebut merupakan gabungan dari HTML, CSS, JavaScript, XML, dan AJAX. HTML dan CSS digunakan untuk mempercantik tampilan web, sedangkan JavaScript digunakan untuk membuat tampilan yang dinamis, XML digunakan untuk mendefinisikan format data dan AJAX adalah penggabungan antara JavaScript dan XML yang digunakan untuk penekanan pada pengelolaan konten.
Web 3.0
Web 3.0 Konsep ini dapat diandaikan sebuah website sebagai sebuah intelektualitas buatan (AI/Artificial Intelegence).Jadi di konsep ini, diibaratkan tidak hanya manusia saja yang mampu berinteraksi (web 2.0) tetapi aplikasi-aplikasi online pun (website) kini dapat saling ‘berbicara’. Antar aplikasi dapat saling berbicara? kemampuan saling berinteraksi ini dimulai dengan adanya web services. Dengan adanya web services ini, dua website ataupun lebih dapat saling bertukar data atau bahkan dapat saling bertukar aplikasi/proses dan operasi. Bagaimana dengan manusianya? Tentu tetap dapat melakukan interaksi dunk, masak makin canggih malah ga bisa ?..Bahkan dengan adanya web 3.0 ini, manusia akan semakin dimanjakan dengan aplikasi-aplikasi website. Dengan adanya web services ini.Contoh : 3G, LILO community, teknologi 3D animasi.
SEJARAH WEB
Awal perkembangan web bermula ketika Sir Timothy Tim Berners-Lee merasakan
kesulitan untuk memperbarui informasi untuk rekan kerjanya. Pada tahun
1991, untuk pertama kalinya muncullah situs web yang tersambung dengan
jaringan.
Dari situlah MR.TIM dan CERN (tempat Sir Timothy bekerja) pada tahun
1993 akhirnya mengumumkan bahwa www dapat digunakan secara gratis oleh
seluruh masyarakat dunia.
Situs
web biasanya dapat berupa hasil kerja dari perorangan atau menunjukkan
kepemilikan dari suatu organisasi, perusahaan. Sebuah situs web berisi
pranala yang terhubung ke situs web lain, begitu juga dengan situs web
lainnya. Hal itulah yang menjadi penyebab adanya perbedaan antara situs
web yang dibuat oleh perorangan dengan situs web yang dibuat oleh
organisasi.
ARSITEKTUR WEB
Arsitektur web merupakan struktur rancangan (desain) web agar dapat tersusun suatu informasi yang tepat (terorganisasi) dan mudah ditemukan isinya. Dimana struktur rancangan harus memenuhi beberapa aspek antara lain form, fungsi, navigasi, interface, interaksi, visual, dan maksud informasi itu sendiri, yang akan dibangun dalam sebuah web (www.usemod.com). Sepintas, definisi arsitektur informasi menyerupai definisi sebuah buku. Dimana sebuah buku adalah informasi yang isinya dibagi atau diorganisasikan dalam suatu bab, dan bab-bab terdiri dari subbab-subbab yang ditunjukkan pada daftar isi. Namun arsitektur informasi web jelas berbeda dengan buku.
Sejak web perencanaan isi, desain dan manajemen
datang dalam lingkup metode desain, Vitruvian tradisional tujuan
komoditas, keteguhan dan kesenangan dapat memandu arsitektur situs,
seperti yang mereka lakukan arsitektur fisik dan disiplin desain
lainnya. Website arsitektur akan datang dalam ruang lingkup estetika dan
teori kritis dan kecenderungan ini dapat mempercepat dengan munculnya
web semantik dan web 2.0. Kedua ide menekankan aspek struktur
informasi. Strukturalisme adalah sebuah pendekatan untuk pengetahuan
yang telah dipengaruhi sejumlah disiplin akademis termasuk estetika,
teori kritis dan postmodernisme. Web 2.0, karena melibatkan
user-generated content, mengarahkan perhatian arsitek website untuk
aspek-aspek struktur informasi.
“Website arsitektur” memiliki potensi untuk menjadi
istilah yang digunakan untuk disiplin intelektual mengatur konten
website. ”Web desain”, dengan cara kontras, menggambarkan tugas-tugas
praktis, bagian-bagian-grafis dan teknis, dari merancang dan menerbitkan
sebuah situs web. Perbedaan tersebut dibandingkan dengan yang antara
tugas mengedit sebuah koran atau majalah dan desain grafis dan
pencetakan. Tetapi hubungan antara editorial dan kegiatan produksi
adalah lebih dekat untuk publikasi web daripada untuk penerbitan cetak.
- Konsep Arsitektur system dalam web meliputi :
Arsitektur Teknologi Informasi
Arsitektur Teknologi informasi (TI) adalah peta level
tinggi atau rencana aset informasi dalam sebuah organisasi. Hal
tersebut adalah panduan kedua untuk operasi saat ini dan blue print
untuk ke arah masa depan. Arsitektur TI mengintegrasikan kebutuhan
bisnis seluruh organisasi untuk mendapatkan informasi dan semua
aplikasi. Arsitektur TI adalah analog dengan arsitektur rumah. Sebuah
rencana arsitektur menjelaskan bagaimana rumah yang akan dibangun,
termasuk bagaimana berbagai komponen rumah, seperti pipa dan sistem
kelistrikan, harus diintegrasikan. Demikian pula, arsitektur TI
menunjukkan bagaimana semua aspek teknologi informasi dalam suatu
organisasi yang sesuai secara bersama. Gambar 1 menggambarkan arsitektur
TI dari sebuah agen perjalanan online.
Infrastruktur Teknologi Informasi
Infrastruktur Teknologi informasi (TI) terdiri dari
fasilitas komponen fisik TI, layanan TI, dan personil TI yang mendukung
seluruh organisasi (lihat Gambar 2). Mulai dari bagian bawah Gambar 2,
dapat dilihat bahwa komponen TI yaitu perangkat keras komputer,
perangkat lunak, dan teknologi komunikasi yang memberikan dasar bagi
semua organisasi sistem informasi . Seperti sedang naik sebuah piramida,
dapat dilihat bahwa personil TI menggunakan IT untuk menghasilkan
komponen layanan TI, yang meliputi pengelolaan data, pengembangan
sistem, dan keamanan.
infrastruktur organisasi IT tidak harus bingung
dengan platform. Seperti yang bisa dilihat pada Gambar 2, platform
perusahaan hanya terdiri dari komponen TI. Oleh karena itu, platform
adalah bagian dari infrastruktur TI.
Infrastruktur TI dan platform sangat penting bagi
organisasi dalam lingkungan yang kompetitif saat ini. Bahkan, organisasi
modern beroperasi dalam platform global berbasis web.
Comments
Post a Comment